+62 81 xxx xxx xxx

pemdestanjungbarang@gmail.com

Permohonan Online

Anda dapat mengajukan secara permohonan online

Produk Warga

Jelajahi produk lokal buatan dari para warga kami untuk Anda

Lapor/Aduan/Saran

Anda dapat melaporkan aduan dan memberi saran maupun kritik

Cahaya Iman Bersinar di Pengajian Bulanan Warga Kampung Lengkongbarang Desa Tanjungbarang

Poto Dokumentasi : Kegiatan Pengajian Bulanan di Kampung Lengkongbarang 

Tanjungbarang, 13 Juni 2024 – Warga Kampung Lengkongbarang, Desa Tanjungbarang, berkumpul dalam satu ikatan untuk memperkuat iman dan mempererat tali persaudaraan. Agenda rutin ini telah menjadi tradisi yang dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat di kampung tersebut.

Suasana hangat dan kekeluargaan langsung terasa saat memasuki rumah warga yang menjadi tuan rumah pengajian bulanan. Alunan bacaan ayat suci Al-Quran mengalun merdu, mengiringi senyum tulus yang terkembang di wajah setiap peserta.Pengajian bulanan ini sudah menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan agama sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Dalam pertemuan kali ini, Ustadz Suherman selaku ulama ternama di Tanjungbarang memberikan tausiyah atau ceramah keagamaan. Materi yang disampaikan pun beragam, mulai dari pembahasan ayat Al-Quran, Hadits Nabi, hingga isu-isu aktual seputar kehidupan beragama. Pada kesempatan kali ini membahas tentang Qurban dan Aqiqoh. Hari Raya Idul Adha sebentar lagi tiba. Sebagai umat Muslim, kita tentunya familiar dengan tradisi penyembelihan hewan qurban dan pelaksanaan aqiqoh.

Qurban: Berkurban Demi Sesama;
Qurban adalah penyembelihan hewan ternak yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hewan qurban kemudian dibagikan kepada kaum dhuafa, saudara, dan warga sekitar. Dengan begitu, qurban mengajarkan kita untuk rela berkorban demi kebaikan orang lain.

Aqiqoh: Menyambut Si Buah Hati;
Aqiqoh adalah penyembelihan hewan, biasanya kambing, sebagai ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak. Dagingnya kemudian dibagikan ke keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan. Aqiqoh menanamkan nilai-nilai kepedulian sejak dini.

”Dua ritual ibadah ini tidak hanya mengandung makna spiritual yang dalam, namun juga menjadi sarana untuk saling berbagi kebahagiaan”. ungkap Ustadz Suherman.

“Kami selalu antusias mendengarkan tausiyah yang diberikan. Selain menambah wawasan agama, kami juga bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman,” ungkap salah seorang peserta pengajian.

Dalam kesempatan kali ini pemerintah juga memberikan sambutan secara singkat; adapun sambutan yang di sampaikan Bapak Ramhmat Mulyana selaku Kepala Wilayah Kampung Lengkongbarang diantaranya tentang Gotong Royong.

”Gotong royong adalah ruh dari kehidupan bermasyarakat kita. Ia menjadi pondasi kokoh yang mengikat kita dalam satu tali persaudaraan dan kebersamaan. Melalui gotong royong, kita tidak hanya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif, namun juga dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ikatan sosial di antara kita. Di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat, seringkali nilai-nilai luhur gotong royong terkikis oleh sikap individualistis dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Namun, sebagai masyarakat yang memegang teguh warisan budaya leluhur, kita wajib untuk terus menjaga dan mengembangkan semangat gotong royong ini.” Ungkap Bapak Rahmat Mulyana.

Usai sesi tausiyah, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh sang Kiai. Kemudian, para ibu-ibu dengan sigap menyajikan hidangan ringan dan minuman untuk dinikmati bersama. Momen ini menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu, di mana mereka dapat saling berbincang, bertukar kabar, dan mempererat tali kekeluargaan.

“Kami bersyukur bisa rutin mengadakan pengajian bulanan ini. Selain menambah iman, kegiatan ini juga menjadi ajang pemersatu warga Kampung Lengkongbarang,” pungkas Bapak Jaenudin, selaku Ketua RW setempat.

Melalui pengajian bulanan ini, warga Kampung Lengkongbarang semakin terhubung dalam satu tali yang kuat – yaitu tali persaudaraan dan keimanan kepada Allah SWT. Semoga tradisi mulia ini dapat terus berlanjut, menjadi perekat sosial dan spiritual bagi masyarakat desa.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca artikel lainnya