Tanjungbarang, 30 Juli 2026 – Pagi belum sepenuhnya terang ketika suara kentungan kayu bersahut-sahut dari ujung lorong Kampung Lengkongbarang, Desa Tanjungbarang. Angin pegunungan yang masih menyisa aroma embun tak menghalangi langkah warga untuk keluar dari rumah masing-masing. Hari itu, semangat gotong royong memanggil warga dari tiga RT sekaligus—RT 001, RT 002, dan RT 005—untuk bersatu menggelar kerja bakti massal menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81.
Sejak pukul 07.00 WIB, suasana sepanjang jalan utama hingga gang-gang pemukiman terasa hangat dan riuh. Tidak ada sekat usia, tua-muda hingga anak-anak bahu-membahu dengan tugasnya masing-masing. Bersenjatakan cangkul, sabit, sapu lidi, dan gerobak dorong, warga bergerak menyisir setiap jengkal jalan desa yang menjadi urat nadi aktivitas harian mereka.
“Kalau jalannya bersih dan rapi, kita yang lewat sehari-hari merasa nyaman. Apalagi sebentar lagi 17 Agustus, momen kemerdekaan ini harus kita sambut dengan lingkungan yang asri dan penuh kebersamaan,” ujar salah satu warga sembari mengayunkan cangkul merapikan rumput liar di tepi jalan.
Aksi pembersihan dilakukan secara menyeluruh. Aliran drainase dan selokan diselami untuk membersihkan endapan lumpur serta sampah agar aliran air lancar. Rumput-rumput liar yang meninggi di bahu jalan dirapikan, sementara dahan pohon yang menutupi pandangan pengendara dipangkas dengan rapi. Tak lupa, beberapa warga mempersiapkan bambu-bambu untuk pemasangan umbul-umbul dan bendera Merah Putih agar suasana khas Agustus kian terasa semarak.
Pemandangan menarik terlihat di sela-sela kerja keras tersebut. Di sudut lain, kaum ibu Sibuk menyiapkan konsumsi hangat. Dari dapur-dapur warga, mengalir teh hangat, kopi, rebusan singkong, dan aneka penganan tradisional yang disajikan di atas meja darurat pinggir jalan. Momen istirahat sejenak menjadi ajang silaturahmi yang hangat; gelak tawa dan gurauan segar mengalir deras, memupus lelah yang sempat singgah.
Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang siang ini berhasil mengubah wajah Kp. Lengkongbarang menjadi jauh lebih bersih, rapi, dan indah. Namun, lebih dari sekadar lingkungan yang tertata, hasil terpenting dari kegiatan hari itu adalah makin eratnya tali persaudaraan antarwarga RT 001, RT 002, dan RT 005.
Melalui ayunan cangkul dan tetesan keringat bersama, warga Tanjungbarang membuktikan bahwa esensi kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjaga warisan teragung bangsa: gotong royong dan rasa kekeluargaan yang tak pernah padam.




0 Komentar